Bahasa Indonesia

Bahasa Konten

Masuk Daftar Gratis

Product Management: Solusi Bisnis dalam Mengembangkan Produk yang Sukses

3 bulan sebelumnya
Blog

Apakah Anda merasa cukup kesulitan dalam memahami proses dan peran product management dalam bisnis? Tenang saja, Anda tidak sendirian!

Menurut riset empiris, 40% produk yang diluncurkan ke pasaran gagal. Dari banyak faktor dan alasan atas gagalnya suatu produk, kurangnya persiapan dalam perencanaan dan pengembangan produk menjadi salah satu yang paling umum. Namun dengan dijalankannya product management dengan baik, hal itu dapat diatasi.

Peranan product management dalam perusahaan saat ini semakin populer baik pada bisnis startup maupun pada bisnis yang sudah mapan. Meskipun sudah cukup populer, belum banyak orang yang paham betul mengenai apa itu sebetulnya yang dikenal dengan product management dan perannya dalam pengembangan sebuah produk. 

Hal ini sebetulnya tidak aneh karena memang product management bukanlah sebuah peran yang mudah untuk didefinisikan. Peran product management dalam sebuah perusahaan tidak jatuh kepada bidang-bidang yang saat ini sudah lebih familiar seperti engineering, strategi bisnis, desain, marketing, dan sales.

Sebaliknya, product management merupakan sebuah peran yang memiliki irisan dengan semua bidang di atas dengan orientasi pada pengembangan produk.

Untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam mengenai apa itu product management dan tahap-tahap prosesnya, simak pembahasan di bawah ini. 

Apa itu Product Management? 

Product management adalah sebuah proses strategis dalam mengelola seluruh aktivitas pengembangan produk mulai dari analisa pasar, pengembangan produk, pemosisian produk (product positioning), peluncuran produk, sampai dengan marketing dan sales

Tujuan utama dari proses product management ini adalah untuk memastikan bisnis atau perusahaan menghasilkan produk yang memenuhi ekspektasi dari sisi konsumen maupun sisi objektif bisnis.

Ide atau konsep product management sendiri pertama kali muncul pada tahun 1930-an oleh Presiden dari Procter & Gamble, Neil H. McElroy, yang mendeskripsikan peran product manager sebagai “brand man” yang bertanggung jawab sepenuhnya atas brand dan segala instrumennya yang digunakan untuk dapat berkembang. 

Peran dan Proses Product Management

Proses product management mengikutsertakan aktivitas yang sifatnya strategis sampai ke teknis. Meskipun setiap perusahaan memiliki tahapan product management-nya tersendiri, namun umumnya proses product management meliputi:

  1. Pengembangan visi
  2. Pemahaman konsumen
  3. Pengembangan strategi
  4. Pengembangan produk
  5. Marketing dan sales
  6. Pemantauan metrik

Berikut penjelasan lebih rinci dari setiap tahap di atas.

1. Pengembangan Visi 

Pengembangan visi produk merupakan salah satu tahap yang krusial dalam proses product management. Visi produk yang baik harus dapat mendefinisikan dengan jelas produk seperti apa yang ingin dihasilkan dan proses apa saja yang harus dikerjakan untuk dapat menghasilkan produk tersebut.

Saat mengembangkan visi produk, seorang product manager biasanya akan menetapkan tujuan dari produk yang ingin dihasilkan beserta dengan spesifikasinya. Sederhananya, visi produk seharusnya dapat menjawab beberapa pertanyaan berikut:

  1. Untuk siapa produk ditujukan?
  2. Permasalahan apa yang ingin diselesaikan dengan produk tersebut?
  3. Bagaimana cara mengukur kesuksesan produk tersebut?

2. Pemahaman Konsumen 

Pemahaman konsumen biasanya didapatkan dengan cara menjalankan riset pasar. Dalam tahap ini, product manager biasanya akan berkolaborasi dengan product marketing manager untuk menjalankan beberapa riset demi mendapatkan pemahaman mendalam mengenai calon konsumen potensial mereka. 

Beberapa proses yang dilakukan dalam mendapatkan pemahaman konsumen antara lain:

Membuat User Persona 

User persona dibuat dengan mendeskripsikan karakter fiktif sebagai representasi dari tipe user yang berpotensi memiliki ketertarikan terhadap produk yang akan dibuat. 

User persona ini dapat berisi beberapa informasi umum seperti umur, gender, tingkat pendidikan, rerata penghasilan, tujuan hidup, permasalahan yang dihadapi, perilaku berbelanja, dan beberapa informasi umum lainnya.

Mengidentifikasi Kebutuhan Konsumen

Mengetahui betul apa yang konsumen butuhkan merupakan satu-satunya jalan dalam menghasilkan produk yang diminati di pasaran. 

Dalam mengidentifikasi kebutuhan konsumen, product manager perlu memahami permasalahan apa yang dihadapi oleh konsumen dan produk seperti apa yang mungkin dapat menjadi solusi terhadapnya.

Memahami Perilaku Konsumen

Mempelajari perilaku konsumen dilakukan dengan memahami psikografis—klasifikasi orang sesuai dengan sikap, aspirasi, dan kriteria psikologis lainnya—dan motivasi dari konsumen. 

Hal ini termasuk faktor apa saja yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih produk, dan bagaimana lingkungan mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk.

3. Pengembangan Strategi 

Setelah menentukan visi dan memahami kebutuhan pasar, maka tahap selanjutnya dalam proses product management adalah mengembangkan strategi yang diformulasikan berdasarkan dari tahap-tahap sebelumnya. 

Strategi pada tahap ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran detail mengenai proses apa saja yang perlu dilakukan dalam mencapai visi produk.

Strategi produk yang efektif harusnya dapat mendefinisikan dengan jelas mengenai fitur produk, user dan kebutuhan mereka, dan KPI (Key Performance Indicator) yang perlu dicapai oleh produk.

Strategi produk biasanya didokumentasikan dalam bentuk roadmap yang menunjukkan timeline dari setiap proses pembuatan produk serta siapa saja yang ikut andil di dalamnya.

4. Pengembangan Produk

Pengembangan produk dimulai dengan mendefinisikan spesifikasi teknis, pembuatan prototipe, dan desain mockup dari produk yang akan dikembangkan. 

Peran product manager dalam tahap ini adalah mengidentifikasi apa yang diinginkan user dan mengkomunikasikan informasi ini dengan baik kepada tim product development dan project management.

5. Marketing dan Sales 

Setelah pengembangan produk selesai, maka saatnya produk dilepaskan ke pasaran. Pada tahap ini, peluncuran produk harus direncanakan dengan baik. Ada 3 aspek penting yang perlu diperhatikan untuk sukses dalam meluncurkan sebuah produk, yaitu:

  • Membangun customer awareness dengan menjalankan beberapa kampanye marketing dan aktivitas promosional.
  • Menentukan strategi pricing yang berdasar pada nilai produk dan kompetisi pasar.
  • Memilih waktu rilis yang paling tepat berdasarkan kesiapan konsumen dalam menerima produk, performa dari produk yang sudah tersedia, dan peluncuran produk kompetitor.

6. Pemantauan Metrik Kesuksesan Produk 

Setelah peluncuran produk, product manager akan memantau perkembangan penerimaan produk di pasaran dan menganalisis data untuk memahami keberhasilan produk tersebut. 

Beberapa metrik yang penting untuk dipantau dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori di bawah ini.

  • Metrik finansial, untuk mengidentifikasi revenue yang dihasilkan suatu produk.
  • User engagement, untuk mengukur interaksi user dengan produk.
  • User interest, untuk mengukur ketertarikan konsumen terhadap produk.
  • Product popularity, untuk mengukur popularitas produk di pasaran.
  • User satisfaction, untuk mengukur seberapa puas konsumen dengan performa ataupun kualitas produk.

Demikian pembahasan mengenai apa itu product management serta proses di dalamnya. 

Jika Anda butuh belajar product management lebih dalam atau topik-topik manajerial lainnya, Anda bisa bergabung di E3 Business!

E3 Business adalah platform e-learning yang bertujuan untuk membantu pengusaha, pemilik bisnis, dan tim mereka dengan menyediakan konten bisnis akademis dan praktis yang diperlukan untuk mencapai tujuan bisnis mereka. 

Kelas-kelas E3 Business terpercaya karena disajikan langsung oleh profesor, manajer dan CEO terkemuka dari seluruh dunia.